Read More >>"> Abay Dirgantara (04 : Ciri-Ciri Pedofil) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Abay Dirgantara
MENU
About Us  

Hari ini Abay bolos ekskul karate demi untuk bertemu Fanya. Abay nggak masalah kalau minggu depan dihukum salto sepanjang jalan. Yang penting ia bisa bertemu Fanya.

“Besok-besok nggak usah ngikut lah,” celetuk Bintang yang saat ini fokus menyetir.

Abay menoleh. “Ya elah, pelit amat si Tang. Gue kan kangen,”

“Makanya punya pacar. Jadi nggak usah kangen sama adik gue,”

“Ya elah Tang, mentang-mentang lagi dilema sama dua cewek,”

Bintang langsung menatapnya sinis. “Sok tahu,”

“Lah, emang bener kan? Bulan, sama Zoella. Gebet Zoella aja, biar Bulan sama gue,”

Bintang tidak menjawab, ia hanya memasang wajah kesalnya. Abay yang melihat itu hanya terkekeh. Tuh kan, malu-malu tai kambing.

Akhirnya keduanya sampai di sebuah tempat bernama SD Gemilang. Sudah jelas ini juga salah satu sekolah yang dimiliki oleh ayahnya. Abay turun lebih dulu dibanding Bintang dan berlari kecil menghampiri seorang anak perempuan yang sedang duduk manis seraya memegang botol minum dengan kedua tangannya.

“Hai Fanya!”

“Lho? Mas Abay?” Fanya terlihat kaget ketika melihat teman kakaknya berada di sini. Di mana kakaknya? Ah, itu dia berjalan dengan sagat cool.

“Mas Bintang!” seru Fanya memeluk erat Bintang. Abay menaikan satu alisnya. Kenapa dirinya nggak dipeluk, padahal Abay yang menghampiri Fanya lebih dulu dibanding Bintang.

Abay mendekat ke keduanya. “Mas Abay kok nggak dipeluk?”

Fanya terkekeh bersiap mau memeluk Abay namun dicegah oleh Bintang.

“Jangan ah, udah yuk masuk mobil,” Fanya tidak mengerti namun ia menurut berjalan mengikuti Bintang masuk ke mobil.

Abay yang kesal langsung menendang kerikil yang ada di depannya. Padahal saat membuka pintu mobil Bintang tertawa renyah.

“Fanya,”

Fanya menoleh ke bangku belakang. “Kenapa Mas Abay?”

“Nanti ikut Mas yuk,”

“Ke mana?”

“Beli ice cream,

“Ma—”

“Jangan mau,” potong Bintang cepat. Abay mendengus kesal. Kenapa sih laki-laki ini menyebalkan banget?

“Tang, lo kenapa sih? Ganggu aja nih,”

“Ngapain lo ajak adik gue beli ice cream? Mau bikin dia diabetes? Mending sekalian aja lo beliin dia mobil.” Jelas Bintang datar. 
Abay melotot kaget. Sialan, memangnya ia gudang duit apa seenaknya minta dibelikan mobil.

“Mas Bintang mah emang begitu, jahat. Udah, Mas Abay jangan didengerin ya,” ucap Fanya tersenyum manis. Ia membela Abay.

Abay tersenyum menang. “Tuh, lihat! Adik lo aja belain gue,”

Bintang berdecak. “Ciri-ciri pedofil yang udah berhasil doktrin adik gue,”

Abay refleks menjitak Bintang gemas. Tentu saja dihadiahi tatapan mematikan.

***

Fanya tersenyum lebar ketika Abay menghampirinya dengan membawa beberapa balon di tangan kirinya dan ada ice cream di tangan kanannya. Abay berhasil menculik Fanya atas ijin Bundanya Bintang. Sebetulnya Abay boleh-boleh saja menjemput Fanya tanpa Bintang. Tapi ini Bintang Putra Vandera yang punya sifat protektif sama orang yang disayanginya.

“Mas Abay!” seru Fanya sudah menjilati ice cream pemberian Abay.

“Iya, kenapa Sayang?”

“Kemarin Mba Bulan main sama Fanya lagi dong!” pamernya pada Abay.

Abay mengerutkan keningnya. Memangnya kenapa kalau Bulan datang dan main bersama Fanya?

“Terus habis itu Fanya ketiduran. Tapi Fanya masih setengah sadar kok. Mba Bulan bilang sama Mas Bintang kalau dia bakal jagain Fanya walaupun Mas Bintang nggak balas perasaan cintanya.” Jelasnya panjang lebar. “Emangnya cinta itu apa sih Mas Abay?” tambahnya menoleh pada Abay yang dari tadi fokus mendengarkan.

Abay langsung tersentak. Wah, si Bulan benar-benar kurang asam ya. Kenapa dia segala ngomong cinta-cintaan di depan Fanya?

“Cinta itu makanan!” sahut Abay asal.

Fanya sedikit bingung dan menatap Abay lekat. Abay malah semakin gugup ditatap seperti itu. Ia takut ketahuan berbohong. Anak kecil kan selalu jujur.

“Ah, ya udah kapan-kapan kita beli makanan cinta yuk!”

Abay mengelus rambut Fanya gemas. “Ayey peri kecil!”

***

“Gimana nyulik orangnya? Puas?!”

“Puas, puas banget!”

“Besok-besok gue gak mau ajak lo lagi,”

“Besok-besok gue gak perlu minta ijin lo lagi,”

Pletak!

“Sialan lo Tang,” kesal Abay yang dilempar spidol oleh Bintang.

Satu jam yang lalu Abay sampai di rumah Bintang. Ia mengantarkan Fanya yang sudah tertidur lelap. Wajahnya sangat imut  dan polos. Rasanya pengin jadiin adonan bolu. Oke itu terdengar menyeramkan.

“Kadang lo tuh ngenes ya Bay,” celetuk Bintang masih fokus mengerjakan PR. Lihatlah, betapa rajinnya Ketua OSIS kita.

“Iya, gue tahu gue jomlo, dan lo kecengannya banyak,” balas Abay melas.

“Bay, jangan pura-pura gitu deh,” Bintang berdecak. “Lo pikir gue nggak tahu lo itu punya fans yang nggak jauh beda sama gue? Cuma satu sih yang gue salut, lo ngusir mereka pake apa sampe mereka merelakan lo gitu aja?” ucap Bintang menatap Abay.

Kerongkongan Abay terasa kering. Ia butuh air. Kenapa Bintang bisa tahu kalau masih banyak adik kelas dan teman seangkatannya bahkan kakak kelas yang masih suka memberi Abay makanan atau sekedar surat yang sudah diketahui isinya semacam ucapan cinta, sayang, atau bahkan nomor telepon.

“Makanya Bay, minta adik sama nyokap lo. Biar lo nggak kesepian banget begini. Atau nggak, ya lo terima aja lah salah satu dari mereka. Kali aja ada yang cocok,” saran Bintang.

“Gak mudah Bintang, belum ada yang cocok. Gue belum pernah deket sama cewek siapa pun termasuk nyokap,”

“Serina nggak termasuk nih?” goda Bintang menyebut nama yang dulu Abay agung-agungkan.

Abay kesulitan berbicara. Kenapa Bintamg selalu bisa membuatnya skak mat begini sih.

“Ya... dulu,” Abay menjawab seadanya. Ia bangkit dari kasur Bintang berniat untuk pulang. “Tang, gue pamit pulang. Thanks Bro,”

Sebelum Abay membuka pintu kamar Bintang, Bintang mengucapkan kata-kata yang ia harus cerna dengan waktu yang lama.

“Bay, kalau lo sama dia masih bisa berhubungan baik, kenapa lo nggak coba sih. Serina udah minta maaf sama lo, tapi lagi-lagi ego dan gengsi lo itu tinggi banget. Kalau dia beneran menjauh dari hidup lo, baru deh lo nangis bombay,”

***

Abay merebahkan tubuhnya di kasur. Ia benar-benar merasa senang hari ini. Bermain dengan Fanya, ditambah nasehat Bintang yang sepertinya membuat pikirannya terang kembali.

Baru saja ingin memejamkan mata, bunyi ponsel membuatnya bangun kembali.

“Udah malem masih aja ada yang chat,

Abay menatap layar ponselnya. Detak jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.

Serina Galak : Cuma mau ngasih tahu kalau kita dapat nilai paling memuaskan dari tugas yang kemarin. Sori ya kemarin emang kelihatan banget gue maksa lo. Tapi nggak sia-sia kan? Makasih Bay. :)

Apa sekarang Abay harus benar-benar mengikuti saran Bintang?

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Sepasang Dandelion
184      107     0     
Romance
Sepasang Dandelion yang sangat rapuh,sangat kuat dan indah. Begitulah aku dan dia. Banyak yang mengatakan aku dan dia memiliki cinta yang sederhana dan kuat tetapi rapuh. Rapuh karena harus merelakan orang yang terkasihi harus pergi. Pergi dibawa oleh angin. Aku takkan pernah membenci angin . Angin yang selalu membuat ku terbang dan harus mengalah akan keegoisannya. Keindahan dandelion tak akan ...
(Can’t) Treat You Better
11      11     0     
Romance
Raydan cuma mau hidupnya yang lama kembali; papinya, maminya, adik kembarnya, dan kenangan indah tentang keluarganya. Dan yang dia dapat malah Lava, pacar yang sebenarnya tidak dia butuhkan sama sekali selain demi 'keuntungan dirinya sendiri'. Tapi who knows kalau ternyata satu-satunya penolong agar dia bisa mewujudkan keinginan besarnya itu hanyalah Lava, cewek yang di hari depan nanti akan dia ...
My Universe 1
127      81     0     
Romance
Ini adalah kisah tentang dua sejoli Bintang dan Senja versiku.... Bintang, gadis polos yang hadir dalam kehidupan Senja, lelaki yang trauma akan sebuah hubungan dan menutup hatinya. Senja juga bermasalah dengan Embun, adik tiri yang begitu mencintainya.. Happy Reading :)
Dendam
51      37     0     
Mystery
Rian Putra Dinata, seorang pelajar SMU Tunas Muda, memiliki sahabat bernama Sandara. Mereka berdua duduk di bangku yang sama, kelas XI.A. Sandara seorang gadis ceria dan riang, namun berubah menjadi tertutup sejak perceraian kedua orang tuanya. Meskipun Sandara banyak berubah, Rian tetap setia menemani sahabatnya sejak kecil. Mereka berjanji akan terus menjaga persahabatan hingga maut memisahk...
Twisted
97      69     0     
Romance
Cinta. Kecil namun sanggup mengubah hidup. Ia menjadikan sesuatu begitu indah dan sempurna. Namun, apa yang nampak bukanlah apa yang sesungguhnya. Emily Primadona tidak pernah menyangka bahwa ia memasuki sebuah drama kehidupan yang biasanya hanya ada di dalam film dan novel. Namun ia tak boleh berhenti apapun alasannya, atau ia akan terjebak selamanya. (Berdasarkan kisah nyata.) ~~~ ...
Enigma
546      393     0     
Romance
enigma noun a person or thing that is mysterious, puzzling, or difficult to understand. Athena egois, kasar dan tidak pernah berpikir sebelum berbicara. Baginya Elang itu soulmate-nya saat di kelas karena Athena menganggap semua siswi di kelasnya aneh. Tapi Elang menganggap Athena lebih dari sekedar teman bahkan saat Elang tahu teman baiknya suka pada Athena saat pertama kali melihat Athena ...
Dua Sisi
152      113     0     
Romance
Terkadang melihat dari segala sisi itu penting, karena jika hanya melihat dari satu sisi bisa saja timbul salah paham. Seperti mereka. Mereka memilih saling menyakiti satu sama lain. -Dua Sisi- "Ketika cinta dilihat dari dua sisi berbeda"
Sweet Sound of Love
0      0     0     
Romance
"Itu suaramu?" Budi terbelalak tak percaya. Wia membekap mulutnya tak kalah terkejut. "Kamu mendengarnya? Itu isi hatiku!" "Ya sudah, gak usah lebay." "Hei, siapa yang gak khawatir kalau ada orang yang bisa membaca isi hati?" Wia memanyunkan bibirnya. "Bilang saja kalau kamu juga senang." "Eh kok?" "Barusan aku mendengarnya, ap...
MONSTER
184      102     0     
Romance
Bagi seorang William Anantha yang selalu haus perhatian, perempuan buta seperti Gressy adalah tangga yang paling ampuh untuk membuat namanya melambung. Berbagai pujian datang menghiasi namanya begitu ia mengumumkan kabar hubungannya dengan Gressy. Tapi sayangnya William tak sadar si buta itu perlahan-lahan mengikatnya dalam kilat manik abu-abunya. Terlalu dalam, hingga William menghalalkan segala...
Story Of Me
107      68     0     
Humor
Sebut saja saya mawar .... Tidaak! yang terpenting dalam hidup adalah hidup itu sendiri, dan yang terpenting dari "Story Of me" adalah saya tentunya. akankah saya mampu menemukan sebuah hal yang saya sukai? atau mendapat pekerjaan baru? atau malah tidak? saksikan secara langsung di channel saya and jangan lupa subscribe, Loh!!! kenapa jadi berbau Youtube-an. yang terpenting satu "t...