Read More >>"> I'm Not You You're Not Me (3) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - I'm Not You You're Not Me
MENU
About Us  

"kalian ini di suruh sekolah ko susah banget sih. Gue udah gapapa ko atau gue juga ikut sekolah biar kalian berangkat sekolah" aku kadang suka kesel kalo sahabat-sahabat ku suka ga mau sekolah saat aku drop gini, seperti pagi ini rumah Kyla jadi rame gara-gara perdebatan kita.

"Ngga Sen kita pokonya ga akan sekolah sampe kamu sembuh" ucap Rio

"Iya ayang Acen nya avin kita ga akan sekolah kita mau jaga ayang aja" ucap Alvin

"Oke Vin berhenti main-main gue serius nih"

"Hahaha iyaiyaa deh abis Lo. kita mau jagain Lo tapi malah ga boleh"

"Kan pulang sekolah bisa"

"Kalian ini ga pernah berubah rusuh mulu, udah buruan yo vin kalian ganti baju berangkat sekolah" ucap Kyla

"Yah mama Kyla izinin kita jagain Acen yah" ucap Alvin memohon sedangkan Rio sudah siap dengan pakaian seragam nya.

"Kenapa sih Vin tumben maksa mau jaga gue?" Tanya ku

"Abis sekarang kan ulangan fisika Sen kalo ga ada Lo kan jadi susah nyontek gue kalo nyontek si yoyo sama aja bohong" ah dasar Alvin

"Ahela ayo Vin buruan ganti baju kalo ga Kyla ga mau temenan sama Avin" ucap Kyla, memang ini yang bisa membuat Alvin nurut dari kecil mereka memang sahabatan jadi ancaman ini yang bisa membuat Alvin nurut.

"Ah mama Kykyl jahat" tapi dia langsung mengganti bajunya dengan seragam

Mereka berangkat sekolah, sekarang aku ga tau harus ngapain bingung juga rasanya kalo pulang aku masih belum ingin bertemu ayah.

Saat aku hendak tidur ada pesan masuk di WhatsApp ku ternyata itu pesan dari Oma

Oma sayang

Senkamu pulang sekolah nanti Oma tunggu dirumah ya sayang

Yah di keluarga ku mungkin hanya Oma yang peduli padaku, sebenarnya kenapa aku bisa satu sekolah sama Arkan itu karna Oma yang meminta ayah dan bunda untuk menyekolahkan kami di sekolah yang sama, katanya agar kami dekat, tapi nyatanya itu malah membuat kami saling membenci.

"Den Arsen ini sarapannya tadi mba Kyla yang nyuruh bibi buat nganterin makanan"

"Oh iya bi taro sini aja nanti aku makan"

Setelah bibi ga ada bukannya aku langsung memakan makanan itu tapi aku malah berpikir apa bunda tau makanan yang aku suka dan ngga aku suka. Mungkin jawabannya ngga.

~Arkan

"Pagi Bun" seraya mencium kening bunda

"Kamu sarapan dulu ya sayang ini bunda buat omelette kesukaan kamu"

Akupun langsung duduk dan memakan sarapan ku

"Jangan lupa susunya di minum ya"

Aku memakan sarapan ku sambil menghafal rumus-rumus fisika karna jam pertama ada ulangan fisika

"Kamu serius banget sih sayang ngafalin nya emang ngapalin apa sih?"

"Ini Bun aku ada ulangan fisika jadi harus ngafalin ekstra"

"Loh fisika itu mudah sayang, asal kamu fun sama pelajaran"

"Aku udah selesai Bun aku berangkat dulu"

Bagi bunda dan Arsen mungki mudah Bun karena yang menuruni bakat bunda adalah Arsen Bun bukan aku.

Saat aku sampai parkiran sekolah aku liat Kyla berangkat bareng sama sahabat-sahabatnya Arsen. Tumben. Biasanya mereka berangkat pake motor terus kemana Arsen ko ga ada. Ada sedikit kekhawatiran di pikiran ku karena biasanya Arsen selalu berangkat sekolah tapi kenapa sekarang ngga. Ah sudahlah mungkin dia kesiangan.

"Arkan" panggil seseorang dari belakang aku langsung nengok belakang ternyata itu Miss Lusi

"Iya kenapa Miss?" Tanyaku

"Kebetulan kita ketemu disini, gini sekolah kita kan akan mewakili kota kita buat lomba debat Inggris menurut saya kamu yg paling pas Ar, jadi gimana kamu mau kan"

" Iya Miss, berapa orang memangnya"

"Berdua, tapi saya belum tau siapa yang akan jadi partner kamu, kamu ada usul?"

"Kalo menurut aku sih Kyla Bu. pas kayanya, dia kan jago juga Bu"

"Oh iya kamu bener kalo gitu nanti kamu bilang ya dan mulai besok kalian latihan"

"Iya Bu nanti saya bilang Kyla"

Akupun melanjutkan langkah ku kekelas, ternyata di sana sudah ada Kyla

"Hai Kyl" sapaku

"Eh kenapa Ar?"

"Hmm.. jadi gini tadi aku ketemu Miss Lusi katanya kamu kepilih buat wakilin sekolah kita lomba debat Inggris"

"Kamu serius Ar?" Tanyanya antusias

"Iya jadi mulai pulang sekolah besok kita latihan ya" dia mengangguk antusias. Akupun melangkahkan kaki ke mejaku

Semoga ini jadi awal kedekatan kita 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
The Fueled Demon
9      9     0     
Short Story
The Fueled Demon Based on a true story: Once upon time there was a plane named Ryan. He was a shy plane when he was built. But after a while he found friends, which are the pilots he flew til the incident happen. The incident was a scary one,but it did end with the happy ending. So,the incident took place a long time ago above the islands of Indonesia. Where Ryan and his crew just took off afte...
Shane's Story
77      44     0     
Romance
Shane memulai kehidupan barunya dengan mengubur masalalunya dalam-dalam dan berusaha menyembunyikannya dari semua orang, termasuk Sea. Dan ketika masalalunya mulai datang menghadangnya ditengah jalan, apa yang akan dilakukannya? apakah dia akan lari lagi?
ILUSI DAKWAH
267      210     0     
Short Story
kisah aktivis dakwah kampus yang sangat berat dan tidak sesuai dengan harapan dan rencana.
Rumah Jingga.
52      36     0     
Horror
"KAMU tidAK seharusnya baca ceritA iNi, aku pasti meneMani di sAmpingmu saaT membaca, karena inI kisahku!" -Jingga-
Bulan di Musim Kemarau
15      15     0     
Short Story
Luna, gadis yang dua minggu lalu aku temui, tiba-tiba tidak terlihat lagi. Gadis yang sudah dua minggu menjadi teman berbagi cerita di malam hari itu lenyap.
Partner
332      247     3     
Short Story
cerita ini ditujukan untuk lomba cerpen tinlit deadline 15 agustus 2017... mohon do\'a dan dukungannya yaa...
Girl, Undefined
14      13     0     
Humor
Everyone thought of Maggie Arlott as that vulgar, condescending and snobby rich kid at the back of class. Maggie would never be able to fit in a holy institution like Crossroads High. “Too overbearing, too despicable”, says Swett, a former desk mate. It got so bad that a typical misfit no longer seemed like one compared to her, and ocial groups of all stages of the ladder—Jocks, Nerds, the...
Again
240      154     0     
Romance
"Kita bertemu lagi, sebagai pisah yang belum punah." _________________________ Apa pun alasannya, Amelia Carla berharap tidak akan bertemu lagi dengan Arbian Fahrez. Setidaknya Amelia Carla sudah menyelesaikan segala perihal yang menyangkut pria jangkung itu. Demi apa pun, Arbian Fahrez akan melakukan apa saja untuk menebus kesalahannya. Mungkin sekadar menyampaikan resah yang masi...
Surat Terakhir untuk Kapten
374      306     2     
Short Story
Kapten...sebelum tanganku berhenti menulis, sebelum mataku berhenti membayangkan ekspresi wajahmu yang datar dan sebelum napasku berhenti, ada hal yang ingin kusampaikan padamu. Kuharap semua pesanku bisa tersampaikan padamu.
Crashing Dreams
14      14     0     
Short Story
Terdengar suara ranting patah di dekat mereka. Seseorang muncul dari balik pohon besar di seberang mereka. Sosok itu mengenakan kimono dan menyembunyikan wajahnya dengan topeng kitsune. Tiba-tiba sosok itu mengeluarkan tantou dari balik jubahnya. Tanpa pasangan itu sadari, sosok itu berlari kearah mereka dengan cepat. Dengan berani, laki-laki itu melindungi gadinya dibelakangnya. Namun sosok itu...